Widget HTML Atas

Pendekar 'Komik' Indonesia

Roman Diary -Pada pertengahan 1960-an hingga awal 1980-an, “dunia persilatan” komik Indonesia dikuasai oleh beberapa “pendekar”. Ada yang menyebut Lima Besar, ada pula yang bilang Tujuh Besar, seniman komik Indonesia kala itu. Sebutan itu rasanya tak penting-penting amat.

Mereka adalah Ganes Thiar Santoso alias Ganes T.H., Jan Mintaraga, Hans Jaladara, Zaldy Armendaris, Sim alias Sim Kim Toh, Djair Warni, dan Mansyur Daman. Ganes kondang dengan serial Si Buta dari Gua Hantu, yang konon laku hingga ratusan ribu eksemplar. Hans besar oleh kisah Panji Tengkorak. Siapa pula tak kenal Jaka Sembung karya Djair? Inilah masa-masa jaya komik Indonesia.

Serial Mandala yang digambar Mansyur Daman, juga Si Buta, Panji Tengkorak, Jaka Sembung, dan sebagainya, sudah berkali-kali naik ke layar bioskop, juga masuk televisi. Bahkan Si Buta Barda Mandrawata paling tidak sudah tujuh kali dibuat versi film layar lebarnya.

Masa sekarang sudah sangat jarang komikus sekaliber mereka, nyaris tidak ada idola baru yang patut diperhitungkan.

Kita tunggu saja tokoh komik baru selain cerita wiro sableng, si buta dari gua hantu dan lainnya.

No comments for "Pendekar 'Komik' Indonesia "