Internet Sudah Mengubah Banyak Hal
Roman Diary - Berdasarkan pengalaman Saya, Facebook punya “dosa” atas banyak kasus perselingkuhan. Masa-masa lirik-melirik di kafe atau angkutan umum,sudah lama lewat. Kini orang saling menggoda dan berbalas rayuan gombal lewat Facebook dan jaringan media sosial lain. Tapi ketahuilah bahwasanya meninggalkan jejak selingkuh di media sosial justru memudahkan pasangan mengumpulkan bukti kenakalan mereka. “Setiap kali mereka memasang foto, di baliknya ada metadata, yang dapat ditelusuri, banyak hal bisa ditelusuri lewat data itu.
Tak hanya di Desa, tak di Kota, tak di Lampung, Jakarta, curiga pasangan tak setia jadi alasan utama menelepon seorang mata-mata. Dan sialnya bagi para laki-laki, kecurigaan istri atau sang pacar bukan tak beralasan.
Beberapa kasus terungkap akibat dari diketahuinya percakapan melalui media sosial. Anda mungkin mendengar kejadian yang dialami oleh seorang ustadz ternama indonesia yang ketahuan melakukan poligami, dan kini sang isteri menggugat cerai suaminya.
Diluar negeri terdapat banyak petugas detektif swasta yang diminta untuk menyelidiki kasus perselingkuhan pasangan. Beberapa detektif swasta yang terkenal menangani permasalahan ini adalah Leon Hart, detektif swasta di InTime Investigations yang berkantor di London, mengatakan 85 persen kecurigaan sang istri atau pihak perempuan soal penyelewengan pasangannya terbukti benar adanya. Sementara itu, kecurigaan sang suami atau pihak laki-laki terhadap perselingkuhan istri atau kekasihnya hanya 50 persen yang terbukti benar.
Di Wales, SGI Private Investigator memasang papan nama yang sangat gagah: Number One Female Detective in Wales. Biro detektif yang didirikan oleh Sarah Gallienne ini memang pintar menjual diri. Sebagai biro detektif perempuan, sebagian besar klien yang datang juga perempuan. Dan gampang diduga, mereka datang untuk mengadukan pasangannya yang dicurigai “main mata” dengan perempuan lain.
Yah, Internet memang sudah mengubah banyak hal, menyaring dan memproteksi diri adalah tameng untuk menjadikan internet menjadi positif. Bagaimana dengan Indonesia, adakah seorang detektif swasta yang khusus menangani perselingkuhan..?
Tak hanya di Desa, tak di Kota, tak di Lampung, Jakarta, curiga pasangan tak setia jadi alasan utama menelepon seorang mata-mata. Dan sialnya bagi para laki-laki, kecurigaan istri atau sang pacar bukan tak beralasan.
Beberapa kasus terungkap akibat dari diketahuinya percakapan melalui media sosial. Anda mungkin mendengar kejadian yang dialami oleh seorang ustadz ternama indonesia yang ketahuan melakukan poligami, dan kini sang isteri menggugat cerai suaminya.
Diluar negeri terdapat banyak petugas detektif swasta yang diminta untuk menyelidiki kasus perselingkuhan pasangan. Beberapa detektif swasta yang terkenal menangani permasalahan ini adalah Leon Hart, detektif swasta di InTime Investigations yang berkantor di London, mengatakan 85 persen kecurigaan sang istri atau pihak perempuan soal penyelewengan pasangannya terbukti benar adanya. Sementara itu, kecurigaan sang suami atau pihak laki-laki terhadap perselingkuhan istri atau kekasihnya hanya 50 persen yang terbukti benar.
Di Wales, SGI Private Investigator memasang papan nama yang sangat gagah: Number One Female Detective in Wales. Biro detektif yang didirikan oleh Sarah Gallienne ini memang pintar menjual diri. Sebagai biro detektif perempuan, sebagian besar klien yang datang juga perempuan. Dan gampang diduga, mereka datang untuk mengadukan pasangannya yang dicurigai “main mata” dengan perempuan lain.
Yah, Internet memang sudah mengubah banyak hal, menyaring dan memproteksi diri adalah tameng untuk menjadikan internet menjadi positif. Bagaimana dengan Indonesia, adakah seorang detektif swasta yang khusus menangani perselingkuhan..?

No comments for "Internet Sudah Mengubah Banyak Hal"
Post a Comment
Silahkan memberikan komentar dengan bahasa yang santun