Widget HTML Atas

Tidak Di Sayang Ayah

Roman Diary - Hari itu saya pulang agak malam, setelah aktivitas diluar. Hari yang melelahkan. Sesampainya dirumah, Saya mendapati anak saya yang berusia 11 tahun sudah menunggu diruang tamu, sepertinya dia sudah lama menunggu.

"Kok belum tidur?" sapaku sambil mengajaknya beranjak dari ruang tamu.

Biasanya anak saya sudah tidur kalau sudah pukul 21.00 Wib, dan bangun pukul 05.00 Wib pagi harinya.

"Ayah kok pulangnya lama sih, emang ayah dibayar berapa..?" tanya anakku.
"Lho kok tumben nanya bayaran ayah..? kamu mau minta uang ya..?" jawabku tersenyum.
"Ah enggak papa, cuma nanya aja.

Kemudian anak saya berlari kekamarnya, sementara aku meletakkan peralatan kerjaku di dapur, ambil handuk dan mandi.

Setelah selesai mandi, sholat isya, rencana mau bikin kopi dulu. Tapi keinginanku untuk membuat kopi terhenti saat mendengar suara isak tangis didalam kamar anakku. Tak lama aku mengetuk pintu kamarnya dan melihat dia menangis sesegukan, Saya menghampirinya dan mengelus kepalanya,  dan berkata, "ada apa nak, kok nangis..?"
"Ayah lebih sayang ibu daripada sama aku..?" jawabnya.
" Ayah sayang sama semuanya, sayang ibu, sayang dedek dan sayang sama kamu..?' aku berusaha memberi pengertian kepadanya. Kupeluk dia dengan erat, sambil berkata, " maafkan ayah ya, kalau ayah membuat kamu merasa tidak disayang.





No comments for "Tidak Di Sayang Ayah"