Widget HTML Atas

Tidak Cukup Membaca, Menulis Dan Berhitung

Roman Diary -  Membaca, menulis dan berhitung tidaklah cukup. Jangan salah mengerti dulu, kebutuhan kita akan ketiga keahlian ini begitu jelas, sehingga di dunia kita yang semakin rumit hal itu tidak perlu diperdebatkan lagi.

Walaupun demikian, kita harus jauh melampaui keahlian dasar ini. Dia menunjukkan bahwa penetapan tujuan, harga diri, etika, mempelajari bahasa bisnis kita, menghargai diverifikasi, integritas, ketekunan dan kerjasama tim, menejemen waktu, dan pemecahan masalah semuanya merupakan komponen yang tidak boleh diluputkan.

Ini akan mengharuskan perubahan dalam pemikiran kita,
Dalam acara penghargaan “The Heroes 2012” di acara Kick Andy, salah satu pemenang, yaitu Fauzanah, guru matematika, menyampaikan “speech”-nya bahwa bangsa Indonesia perlu banyak berhitung. Pernyataannya ini tentu membuat kita berpikir, apakah kemampuan dan kebiasaan kita dalam berhitung di bawah rata-rata?

Semua orang bisa melakukan kalkulasi, apalagi bila didukung alat bantu hitung seperti kalkulator. Namun, kita lihat memang banyak orang salah menghitung bisnisnya. Bukankah kita juga sering melihat ada perusahaan yang dulunya "make money", ternyata setelah beberapa tahun malah macet dan tidak langgeng lagi? Pertanyaannya, bukankah dalam  menjaga laba-rugi perusahaan sudah ada pakemnya? Sudah tinggal mengikuti rumus dan membaca bottomline-nya?

Nyatanya, terutama akhir-akhir ini, kita sering dibuat terkejut dengan kesalahan-kesalahan hitung yang luar biasa. Bahkan, antara subsidi BBM dan tidak mensubsidi saja perbedaannya sungguh signifikan.

Kita segera bisa melihat bahwa kesuksesan dan kelanggengan keadaan keuangan suatu lembaga, perusahaan ataupun negara, tidak bisa dihitung sekadar menggunakan rumus tambah-kurang biasa lagi. Ada setumpuk faktor yang harus diperhitungkan di samping informasi yang tersedia di sana-sini. Tak jarang faktor yang dipertimbangkan sedemikian tidak jelasnya, seperti dampak emosional, sosial, hubungan baik, passion, prospek masa depan, sehingga terkadang tidak ada bedanya dengan rumor.

Namun, inilah realitas yang kita hadapi. Perhitungan kita harus matang dan yang tidak selalu sebatas yang di “atas kertas” agar perusahaan atau lembaga bisa berjalan dengan nafas panjang dan berkekuatan menghadapi kompetisi, perubahan dan tuntutan pelanggan.

No comments for "Tidak Cukup Membaca, Menulis Dan Berhitung "