Widget HTML Atas

Pengalaman Pertama Naik Ojek Online


Roman Diary - Terakhir ke jakarta beberapa tahun yang lalu. Ketika mencoba peruntungan kerja nguli, pasang AC dan Listrik. Hari itu terjadi lagi, saya ke Jakarta lagi.
Bekerja di proyek menjadi pilihan saya karena pendapatan gaji diterima setiap hari minggu.

Yuk, kita preteli  ceritanya…

Seingat saya hari itu adalah hari minggu, kerjaan libur karena jelang tahun baru 2017. Saya berencana untuk mengunjungi kakak yang bekerja di perusahaan konstruksi mechanical electrical.

Jam 6 pagi lo ...., aku nyegat bis di depan Mall kelapa gading. Pinginnya naik bis Patas biar bisa sarapan. Walaupun kalau naik bis ekonomi juga bisa sarapan sih, sarapan di dalam bis tapi, hehe.

Satu jam menunggu lo ...., bis patasnya gak datang-datang. Duh, aku galau, waktu sudah beranjak siang, Kalau nanti telat trus bagemana? Rugi dong jauh-jauh ke  tempat tujuan cuma sebentar Duh, Jangan sampe telat ya ndop!
Temen sekerjaku menghampiriku dan bertanya mau kemana. kujawab mau ke UKI tengok saudara, tapi nunggu bis belum lewat dari tadi.

"Naik gojek aja", kata temanku menawarkan solusi cepat.
"Gak punya aplikasinya saya, maklum HP jadul memori gak muat kalau mau download gojek online", kataku kemudian.
"Gini aja, tak orderin ya..?" selanya cepat.
"ok deh, daripada telat", jawabku berharap secepatnya temanku order gojek online.

Saya melihat temanku mulai membuka android samsung miliknya dan memanggil gojek online di aplikasi miliknya. Tak lama, temaku mengatakan "ojeknya ini namanya SUNARJO, motornya Honda BEAT, biayanya 20 ribu 5 ratus rupiah. gimana"...? Saya jawab OK deh....

Dan benar saja, saksruputan kopi, gojek menghampiriku dan bertanya. "Mas Muryanto ya..?
"iya", jawabku. Dan langsung saya naik, tanpa bertanya berapa ongkosnya, kemana tujuannya. Aku pakai helm ijo. Lalu motor Beat pun meluncur di himpitan kemacetan Jakarta di bawah terik matahari yang mulai meninggi, menyengat! Pak gojek ngacir membawaku melalui jalan raya ibukota yang padat.

Sambil nyetir, mas gojeknya sambil curhat. Cerita tentang persaingan gojek dan ojek pangkalan.

Duh bro, duh sis, Tuhan itu Maha Adil. Rejeki sudah dibagikan secara merata. Ngapain sih kok takut rejekinya diambil orang lain?

Setengah jam kemudian sampailah saya di tempat kakak saya, uff.. lumayan jauh juga ya..? dari Kelapa Gading Jakarta Utara ke UKI, Jakarta Pusat.

Turun dari motor dan merogoh kantong untuk membayar gojek.

Pak gojek berkata" Sudah sampai mas, biayanya 25.500, tidak ada diskon ya mas", sambil memperlihatkan androidnya. Saya melihat layar dan benar tertera tulisan nominal tersebut.

Saya bayar sejumlah itu, sambil ngucapin terimakasih. Gojekpun pergi.

Ternyata naik gojek online itu mudah dan menyenangkan, dan yang pasti cepat.
Sebagai pengguna gojek dadakan, pelayanan gojek memang bagus, wajar kalau banyak yang beralih ke jenis transportasi ini dibandingkan ojek pangkalan yang harus tawar menawar harga, kadang-kadang karena kita tidak ngerti jalan, harganya jadi mahal.

No comments for "Pengalaman Pertama Naik Ojek Online"