Orang Yang Sulit Saya Lupakan
Roman Diary - Minggu yang lalu saat saya mengunjungi pameran budaya di lapangan kecamatan, saya bertemu dengannya, jalan kaki sendiri menuju rumahnya. Sengaja saya menghampirinya sekedar bersalaman dan berbincag sebentar, menayakan kabar. Ternyata beliau masih tetap megajar di SD saya dulu.
Setiap kali bertemu dengannya, selalu muncul dibenak saya, bayangan beliau mengajar didepan kelas, guru SD yang satu ini memiliki kesan khusus dihati saya, Mengajar sampai berbusa- busa, karena saat asik mengajar, busa air liur selalu terselip diantara bibirnya.
Taufiqurahman namanya, masih sehat dan segar bugar, guru kelas 1 SD yang mengajarkan saya ABCD, 1234. nggak kebayang betapa rumitnya mengajarkan anak membaca. Saya merasakan beberapa hari yang lalu mengajari anak saya yang masih TK membaca dan menulis. Ampuuun dah...
Menjadi Guru SD (Sekolah Dasar) bukanlah hal yang mudah, butuh kesabaran dan kerja keras dalam menciptakan manusia yang benar-benar mempunyai keperibadiaan yang baik secara mental maupun secara sosial. Tugas Guru yang sangat berat terkadang kita anggap enteng dengan menilainya sebagai pelengkap dalam kehidupan kita saja, seorang Guru (SD) jarang kita sebut dalam setiap acara penting kita, bahkan ketika kita merasa sukses dengan karir yang kita kejar, Guru SD kita jarang kita sebut.
Sejenak Saya mengingat kembali, tarik kebelakang saat masa Sekolah Dasar ?
Dan hal yang sangat sulit saya lupakan, kalimat kalimat tersebut keluar dari mulut seorang guru SD bernama Bapak Taufiqurahman.
Guru kita yang setiap pagi merapikan barisan kita dan memeriksa kerapian tubuh kita mulai dari rambut, kuku, hingga kaki kita, ingatkah kamu ketika kamu duduk di bangku kelas satu SD betapa manja dan barangkali nakalnya kita saat itu, tapi Guru kita tetap sabar mendampingi kita.
Maka mulai saat ini jadilah 'Guru' yang terbaik untuk dirimu pribadi dan orang-orang terdekatmu.
Terimakasih Pak Taufiq, semoga diberi kesehatan selalu dalam pengabdian tak terbatas.
Setiap kali bertemu dengannya, selalu muncul dibenak saya, bayangan beliau mengajar didepan kelas, guru SD yang satu ini memiliki kesan khusus dihati saya, Mengajar sampai berbusa- busa, karena saat asik mengajar, busa air liur selalu terselip diantara bibirnya.
Taufiqurahman namanya, masih sehat dan segar bugar, guru kelas 1 SD yang mengajarkan saya ABCD, 1234. nggak kebayang betapa rumitnya mengajarkan anak membaca. Saya merasakan beberapa hari yang lalu mengajari anak saya yang masih TK membaca dan menulis. Ampuuun dah...
Menjadi Guru SD (Sekolah Dasar) bukanlah hal yang mudah, butuh kesabaran dan kerja keras dalam menciptakan manusia yang benar-benar mempunyai keperibadiaan yang baik secara mental maupun secara sosial. Tugas Guru yang sangat berat terkadang kita anggap enteng dengan menilainya sebagai pelengkap dalam kehidupan kita saja, seorang Guru (SD) jarang kita sebut dalam setiap acara penting kita, bahkan ketika kita merasa sukses dengan karir yang kita kejar, Guru SD kita jarang kita sebut.
Sejenak Saya mengingat kembali, tarik kebelakang saat masa Sekolah Dasar ?
Ini Budi
Ini Bapak Budi
Ini Ibu Budi
Ini Kakak Budi
Ini Adik Budi
Dan hal yang sangat sulit saya lupakan, kalimat kalimat tersebut keluar dari mulut seorang guru SD bernama Bapak Taufiqurahman.
Guru kita yang setiap pagi merapikan barisan kita dan memeriksa kerapian tubuh kita mulai dari rambut, kuku, hingga kaki kita, ingatkah kamu ketika kamu duduk di bangku kelas satu SD betapa manja dan barangkali nakalnya kita saat itu, tapi Guru kita tetap sabar mendampingi kita.
Maka mulai saat ini jadilah 'Guru' yang terbaik untuk dirimu pribadi dan orang-orang terdekatmu.
Terimakasih Pak Taufiq, semoga diberi kesehatan selalu dalam pengabdian tak terbatas.

No comments for "Orang Yang Sulit Saya Lupakan"
Post a Comment
Silahkan memberikan komentar dengan bahasa yang santun